Mengenal Mode HDR Foto

Mengenal Mode HDR Foto

Kamu ingin memotret dengan kontras tinggi tapi hasilnya kurang maksimal? Bahkan sudah mengatur eksposure yang tepat foto kamu masih terlihat ada pantulan cahaya, bayangan atau lebih buruk lagi? Jangan khawatir kini saatnya kamu pakai Mode HDR. 

HDR singkatan dari High Dynamic Range, kontras yang sangat jelas membedakan antara elemen gambar paling terang dan paling gelap. Hasil foto yang dihasilkan akan lebih detail, jernih dan dinamis. 

Bagaimana cara kerjanya?

Gambar HDR biasanya dihasilkan dengan sekali memotret (menekan tombol shutter) akan otomatis mengambil tiga atau lebih gambar sekaligus. Setiap gambar diambil dengan kecepatan rana atau kombinasi diafragma yang berbeda. Semakin kontras objeknya, semakin banyak gambar yang ditangkap. Hingga prosesnya menghasilkan satu foto yang kontrasnya lebih seimbang.

Jangan Lupakan Tripod!

Tripod berfungsi untuk membantu menyeimbangkan kameramu saat memotret objek dengan mode HDR, karena HDR tidak disarankan untuk objek yang bergerak. Pastikan objek dan kameramu stabil ya, lalu jepret!.

Kapan Mode HDR digunakan?

  1. Tentukan lokasi dan waktu yang tepat. Contohnya siang hari dengan objek berupa bangunan, karena pasti akan menemukan area shadow dan highlight
  2. Memotret landscape pemandangan dan subjek dengan kontras tinggi (antara gelap dan terang). Salah satu contoh pemandangan yang luas dengan kontras yang tinggi antara langit dan darat.
  3. Ketika subjek terkena cahaya dari belakang (backlight) atau berada dibawah sinar matahari langsung. Sehingga terlihat bayangan gelap. Gunakan HDR untuk mencerahkan latar depan, tanpa mempengaruhi bagian yang terang dari foto kamu.

Kapan Mode HDR dilarang digunakan?

  1. Saat subjek / objek bergerak. Dilarang menggunakan mode HDR, karena dalam sekali menekan tombol shutter akan otomatis mengambil tiga atau lebih gambar sekaligus. Kebayangkan kalau subjek atau objekmu bergerak? Foto yang akan dihasilkan akan blur.
  2. Ketika kamu berniat foto siluet . Siluet merupakan efek yang dihasilkan oleh foto dengan perbedaan yang signifikan antara cahaya objek utama dengan latar belakangnya. Nah, hal ini tidak cocok jika kamu menggunaka mode HDR, karena objek membelakangi cahaya yang lebih terang. Jika menggunakan mode HDR fotomu akan kontras (cahayanya seimbang) dan siluetmu tidak berhasil.
  3. Berniat memotret dalam cahaya rendah atau lowligh. Beberapa orang sering bereksperimen untu memotret objek dengan cahaya yang rendah seperti di malam hari, suasana cukup redup atau kurang cahaya. Para fotografer biasanya memiliki tujuan sendiri menerapkan fotografi low light. Sehingga dihimbau untuk tidak mengaktifkan mode HDR yang akan membuat foto malah jadi lebih terang atau kontras.

Nah itulah beberapa pemahaman mengenai Mode HDR, jadi semua tergantung kegunaannya ya. Pada prinsipnya jangan ragu untuk terus mencoba, dengan berbagai tempat dan pencahayaan yang berbeda. Pergilah dan mulailah memotret!

ASK siap memenuhi kebutuhan fotomu. Spesial buat kamu yang tetap mau berkarya, banyak Promo menarik lho! Tunggu apalagi  segera hubungi CS kami di 0851-0058-3696. Follow juga instagram kami @ayoksewakamera untuk mendapatkan tips dan ilmu fotografi lainnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *