TEKNIK FOTOGRAFI SHUTTER EFFECT 

TEKNIK FOTOGRAFI SHUTTER EFFECT 

Teknik Shutter Effect merupakan teknik-teknik dalam fotografi yang mengandalkan pengaturan shutter speed. Shutter speed adalah ukuran kecepatan buka tutup jendela sensor atau selama apa sensor menerima cahaya. Kecepatan shutter diukur dalam satuan second (detik), semakin cepat shutter speed semakin cepat pula sensor menerima cahaya, dan sebaliknya. Nah, terdapat beberapa teknik dalam fotografi yang dapat memanfaatkan shutter speed ini lho. Yuk simak penjelasannya.

 

PANNING

Bukan sakit kepala ya.. teknik ini memang menghasilkan foto yang sedikit membuat pusing orang yang melihatnya. Namun dibalik itu, fokus objek utama akan detail sedangkan background tampak kabur. Teknik ini mengandalkan pergerakan kamera sehingga objek yang diam akan shaking sedangkan objek yang bergerak akan menjadi beku dan detail. Caranya dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan objek utama dan gunakan shutter rendah antara 1/8 sampai 1/60. 

 

SLOW ACTION

Kebalikannya dengan Panning teknik ini akan menghasilkan objek yang diam tetap detail, sedangkan objek yang bergerak akan shaking. Namun, shaking tersebut menjadikan foto memiliki kesan gerak dan lambat. Contohnya jika kamu memotret air terjun, air seakan mengalir di dalam foto. Teknik ini mengandalkan slow speed antara 1/30 sampai 1 detik. Jangan lupa gunakan tripod ya!

 

STOP ACTION (FREEZE)

Teknik untuk membekukan objek yang bergerak. Pastikan background terlihat detail tanpa shaking sedikitpun. Lakukan teknik ini dengan cahaya yang cukup (hindari lowlight) dan gunakan speed tinggi antara 1/125 sampai dengan 1/4000 atau lebih. 

 

ZOOMING

Memberikan kesan bergerak pada objek yang diam. Hampir sama seperti Panning, perbedaanya pada arah gerakannya. Panning efek geraknya membentuk garis sejajar horisontal atau vertikal mengikuti arah gerak objek, sedangkan Zooming efek gerak membentuk garis ke tengah seolah mendekati objek dititik tengah. Caranya dengan mengubah fokus lensa dari ukuran terpanjang ke terpendek (contoh dari 35mm ke 15mm) bersamaan dengan menekan tombol shutter. Pastikan shutter speed dibawah 1/30 dan gunakan lensa kit atau zoom. 

 

BULB

Memotret yang dilakukan di malam hari atau saat senja tiba dengan memanfaatkan cahaya yang bergerak. Teknik Bulb juga dapat dilakukan disiang hari, tetapi tetap di tempat tertentu yang pencahayaannya minim. Teknik ini memang membutuhkan cahaya yang minim dan menggunakan shuter speed yang sangat rendah (lebih dari 3 detik). Kamu bisa mencari objek yang menarik, seperti memotret di lampu merah dan tunggu kendaraan lewat lalu jepret! Eitss.. jangan lupa gunakan tripod ya..  

 

Jika ingin menghasilkan foto yang bagus dengan menerapkan teknik-teknik fotografi ini kamu harus siapkan perlengkapan fotografi, seperti kamera, lensa dan tripod. Nggak perlu beli, kamu bisa sewa di ASK dengan menghubungi CS kami di nomor 0851-0058-3696. Kami siap memenuhi kebutuhan jepret-jepretmu… Follow juga instagram kami @ayoksewakamera untuk update tips dan ilmu fotografi lainnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *