TIPS FOTO SLOW SPEED

TIPS FOTO SLOW SPEED

Teknik Slow Speed merupakan salah satu teknik fotografi Shutter Effect yang bertujuan untuk menangkap gerakan objek. Dikelompokkan dalam fotografi Shutter Effect karena teknik ini mengandalkan permainan setting Shutter Speed yang dipadukan dengan ISO dan Aperture. Slow Speed akan menghasilkan objek yang diam tetap detail, sedangkan objek yang bergerak akan shaking. Namun, shaking tersebut menjadikan foto memiliki kesan gerak dan lambat. Contohnya, jika kamu memotret air terjun sebagai background dan kamu sebagai foreground objek diam, kamu akan tampak detail dan air terjun terlihat seakan mengalir di dalam foto. Slow speed dilakukan pada lokasi dan kondisi low light karena shutter lebih lambat dan terbuka lebih lama sehingga kamera mengumpulkan cahaya di sekitar. Slow speed dapat memberikan kesan dinamis di beberapa objek bergerak seperti air terjun, ombak di laut dan lain-lain.

Nah, penasaran kan gimana cara bikinnya? Yuk simak tips berikut!

 

TRIPOD

Hal yang wajib dibawa dan digunakan ketika kamu ingin melakukan foto slow speed. Karena nanti kita akan mengature exposure time yang lama, sehingga dengan bantuan tripod akan menyeimbangkan kamera dan mengurangi kemungkinan adanya pergerakan yang dapat membuat hasil foto blur. 

 

WAKTU & LOKASI

Memotret dengan teknik slow speed dengan speed rendah akan menangkap cahaya lebih banyak dari cahaya asli. Disarankan pada pagi hari, sore hari atau saat cuaca mendung ketika cahaya matahari tidak terlalu kuat. Namun, lokasi juga menjadi pertimbangan, kamu dapat melakukan teknik slow speed pada lokasi yang minim cahaya seperti air terjun yang ditutupi pepohonan yang rimbun.

 

MODE ON

Pilihlah mode Manual (M) atau Aperture Priority (A/AV) pada kameramu. Setting aperture sesuai dengan objek yang akan kamu jepret. Contohnya saat kamu ingin memotret air terjun atau ombak di pantai dan kamu memasukkan batu atau kayu sebagai foreground artinya ada area tajam atau DOF lebar, maka gunakan aperture kecil antara f/5.6 sampai f/11 atau f/16 sampai f/22 tergantung objek dan pencahayaan saat kamu memotret.

 

SHUTTER SPEED

Inilah hal paling penting, namanya juga teknik slow speed sehingga bergantung banget sama settingan shutter speed kameramu. Semakin kecil angka shutter semakin halus efek slow speed yang akan kamu buat. Setting shutter speed antara 1/30 sampai 1” (detik), speed pada kamera umumnya sampai 30” (detik). Jadi, atur sesuai kebutuhanmu ya.

 

ISO

Untuk mendapatkan speed lambat, gunakan setting ISO sekecil mungkin. Umumnya ISO dibawah 800. Hal ini untuk mendapatkan hasil foto yang detail dan meminimalisir noise.

 

FILTER ND

Jika hasil fotomu over cahaya sedangkan ISO sudah mencapai angka terendah, penggunaan Filter ND adalah alternatif terakhir. Natural Density Filter merupakan sebuah kaca gelap yang diletakkan di depan kameramu, hal ini sama halnya saat kita memakai kacamata hitam untuk meminimalisir cahaya yang masuk ke mata. Gunakan filter ini saat kamu memotret di siang hari saat cahaya sangat terik. Penggunaan filter ini memang harus didasari tujuan yang jelas, jangan sampai hasil foto kita malah menurun kualitasnya. 

 

Yuk segera praktek! Siapkan perlengkapan fotografi seperti kamera, lensa dan tripod. Nggak perlu beli, kamu bisa sewa di ASK dengan menghubungi CS kami di nomor 0851-0058-3696. Kami siap memenuhi kebutuhan jepret-jepretmu.. Follow juga instagram @ayoksewakamera untuk mendapatkan tips dan ilmu fotografi lainnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *